Kamis, 29 April 2010

LAPORAN HASIL PENGAWASAN JENJANG SLTA (SMA/SMK) SEMESTER GENAP TP 2009/2010

LAPORAN HASIL PENGAWASAN
JENJANG SMA/SMK KABUPATEN TANGGAMUS
SEMESTER II (GENAP) TAHUN PELAJARAN 2009/2010


I. PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Landasan hukum kepengawasan, mengacu pada Permendiknas No 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah / Madrasah, berisi uraian kompetensi kepribadian, kompetensi supervisi manajerial, kompetensi supervisi akademik, kompetensi evaluasi pendidikan, kompetensi penelitian pengembangan dan kompetensi sosial, disamping mengacu pula pada 8 standar pendidikan nasional (Permendiknas No. 19 tahun 2005) dan beberapa permen yang mengikutinya:  Standar Isi, Standar Proses, Standar Kompetensi Lulusan, Standar Pendidik dan Tendik, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan, dan Standar Penilaian, landasan hukum tersebut dijadikan acuan pelaksanaan kegiatan pengawasan sekolah. Dalam pendidikan, pengawasan merupakan bagian tidak terpisahkan dalam upaya peningkatan prestasi belajar dan mutu sekolah. Sahertian (2000 : 19) menegaskan bahwa pengawasan atau supervisi pendidikan tidak lain dari usaha memberikan layanan kepada stakeholder pendidikan, terutama guru-guru, baik secara individu maupun secara kelompok dalam usaha memperbaiki kualitas proses dan hasil pembelajaran. Burhanudin (1990:284) memperjelas hakekat pengawasan pendidikan pada hakekat substansinya. Substansi hakekat pengawasan yang dimaksud menunjuk pada segenap upaya bantuan profesional kesejawatan pengawas satuan pendidikan kepada stakeholder pendidikan terutama guru yang ditujukan pada perbaikan-perbaikan dan pembinaan aspek pembelajaran Tugas pokok pengawas sekolah adalah menilai dan membina penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Hasil dari pengawasan sekolah yang berupa pelaksanaan penilaian dan pembinaan penyelenggaraan pendidikan di sekolah itu harus senantiasa dituangkan dalam bentuk laporan. Dari segi sekolah sebagai objek atau sasaran pembuatan laporan, pada laporan ini berisi tentang laporan hasil pengawasan jenjang SMA/SMK (data terlampir) yang menjadi tanggung jawab pengawas sekolah.
Program Tahunan dan Semester yang telah dirancang sebelumnya menjadi panduan pengawas untuk mengevaluasi sekolah dalam pelaksanaan Proses Pembelajaran di sekolah tersebut.

B. Masalah
Permasalahan yang ada pada Jenjang SMA/SMK ditiinjau dari beberapa sisi diantaranya:
  1. Pada sisi yang berhubungan dengan Proses Pembelajaran, masíh terkendala pada kemampuan guru dalam memberdayakan sumber belajar dan variatif metode pembelajaran yang digunakan guru, sebagai imbasnya kesulitan bagi siswa dalam memahami materi dan tidak optimalnya ketercapaian hasil belajar siswa.
  2. Pada sisi Kurikulum (KTSP) meskipun mengalami transisi antara kurikulum KBK edisi 2008 untuk SMA, dan Kurikulum 2004 untuk SMK, saat ini menuju KTSP, sebagian besar saat ini telah tersusun, meskipun pada tahapan implementasinya masih pada tahap penyesuaian.
  3. Pada sisi yang berhubungan dengan sarana dan prasarana, dari segi prasarana seperti Bangunan Laboratorium/bengkel dan Perpustakaan belum memadai, sedangkan dari sisi sarana dalam Proses Pembelajaran, masíh terkendala pada sumber belajar, seperti buku-buku referensi siswa dan guru, bagi siswa dalam memperoleh wawasan yang lebih luas, bagi guru dalam mengembangkan bahan ajar yang dibuat sendiri oleh guru yang bersangkutan, sementara lingkungan yang dijadikan sumber belajar belum dimanfaatkan secara optimal. 
  4. Perangkat komputer belum seluruhnya memadai, baik sebagai alat bantu administrasi sekolah dan atau pemanfaatan sebagai media pembelajaran, sejauh ini perangkat yang ada belum optimal digunakan sebagai alat dalam proses pembelajaran.
  5. Dilihat dari sisi kondisi geografis, lingkungan sekolah termasuk pada daerah yang relatif jauh dari keterpenuhan fasilitas dan infra struktur pendukung pendidikan yang memadai.

    Pelaksanaan UN/US 2009/2010, UN susulan, secara umum berjalan baik dan lancar, beberapa masalah yang ada seperti: kekurangan naskah, tertukarnya naskah, dapat teratasi tanpa adanya kendala yang berarti berkat dukungan beberapa lembaga terkait dalam kelancaran penyelenggaraan UN/US 2009/2010.

C. Tujuan, Visi, Misi dan Strategi Kepengawasan

(1)  Visi pengawasan, : Terwujudnya kepengawasan, penilaian, pembinaan dan pemantauan di bidang pendidikan dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di kabupaten Tanggamus.
(2)  Misi pengawasan ; Melaksanakan identifikasi, menganalisis dan mengevaluasi hasil kepengawasan , menyusun, memantapkan, menyempurnakan dan melaksanakan rancangan program tahunan dan semester kepengawasan sekolah pada tahun berjalan berkaitan dengan penilaian, pembinaan dan pemantauan pelaksanaan kegiatan proses pembelajaran di seluruh sekolah di wilayah Kabupaten Tanggamus ; memberikan kontribusi dengan melaksanakan kegiatan karya tulis / ilmiah dalam bidang pendidikan dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Tanggamus
(3) Strategi pengawasan diantaranya dengan melakukan home visit berkaitan dengan penilaian, konsultatif, pembinaan dalam melaksanakan kegiatan pengawasan.

Tujuan pengawasan yang ingin dicapai melalui kegiatan pengawasan diantaranya sebagai berikut:
  1. Melakukan Penilaian kinerja terhadap Sekolah (Kepala sekolah, guru dan tendik)
  2. Melakukan pembinaan sekolah (Akreditasi, kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan)
  3. Melakukan Pemantauan sekolah (Administrasi sekolah, pelaksanaan 8 standar pendidikan, lingkungan sekolah, ekstrakurikuler, PSB, ujian nasional/sekolah)
  4. Memberikan arahan, bimbingan, penilaian, dan pemecahan masalah yang diperlukan bagi masing- masing sekolah yang tujuannya adalah untuk memberi solusi terbaik dalam pelaksanaan tugas, fasilitator dan mengantarkan kepala sekolah, guru, karyawan dan siswa menyelesaikan tugasnya pada tingkatan masing-masing.
Tercapainya tujuan tersebut merupakan indikator keterlaksanaan misi pengawasan dan ketercapaian visi pengawasan.

II. PENDEKATAN YANG DIGUNAKAN

A.     Ruang Lingkup Kepengawasan
Adapun Ruang lingkup kepengawasan yang memuat uraian tentang lingkup kegiatan kepengawasan seperti: Penilaian Kinerja, Pembinaan dan Pemantauan yang dilaksanakan selama semester genap 2009/2010 adalah ruang lingkup di sebagian SMA dan SMK yang berada di Kabupaten Tanggamus yang menjadi binaan pengawas.

B.      Populasi
Kepala sekolah, guru dan siswa di lingkungan SMA/SMK Kabupaten Tanggamus diantaranya:

1.      SMA Negeri 1 Ulubelu
2.      SMA Bima Sakti Datarajan
3.   SMK Negeri 1 Pugung
4.      SMK Nurul Falah Pugung
5.      SMK  Muhammadiyah Gisting
6.      SMK  Muhammadiyah Kotaagung
7.      SMK Teluk  Semaka Kotaagung

Sekolah-sekolah telah melaksanakan program sekolah di semester 2, melalui bentuk kegiatan sesuai dengan kondisi sekolah, jumlah siswa, kebutuhan, dan kesiapan sumber daya manusianya.

C.   Sampel
Dengan adanya beberapa keterbatasan, maka ditetapkan jenjang sampel dari populasi  yang tidak mungkin seluruhnya dapat dilaporkan, dalam hal ini diambil sampel dari beberapa sekolah binaan terdiri dari: kepala sekolah, beberapa orang guru dan siswa  pada jenjang  SMA/SMK Kabupaten Tanggamus.

D.     Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara mengisi instrumen penilaian supervisi, observasi dan kunjungan sekolah/kelas. (Lihat  Lampiran 1. Instrumen Penilaian)


III. DESKRIPSI / PEMBAHASAN  HASIL PENGAWASAN DAN ANALISIS

A. Deskripsi Hasil Pengawasan
Deskripsi hasil pengawasan berisi uraian tentang hasil yang telah dicapai dalam kegiatan pengawasan yang mencakup: (1) hasil penilaian, (2) hasil pembinaan, dan (3) hasil pemantauan terhadap setiap komponen pendidikan pada jenjang SMA/SMK. Deskripsi hasil pengawasan dinyatakan secara kuantitatif ataupun kualitatif sesuai dengan sasaran program. (Lihat Lampiran 2. Hasil Laporan Kepengawasan  berdasarkan  Instrumen Penilaian)

Secara umum terinci dapat diuraikan sebagai berikut :
  1. Kepala sekolah memiliki administrasi kepala sekolah yang cukup,  sudah memiliki program kerja yang cukup terinci dan melaksanakan supervisi kelas, cukup optimal membimbing  guru, karyawan/Tata Usaha dalam administrasi umum.
  2. Secara umum sekolah sudah memiliki dokumen I KTSP (Kurikulum) yang pada tahapan penyusunannya disesuaikan  dengan kondisi sekolah, walaupun pada implementasinya dilapangan belum seperti yang diharapkan.
  3. Guru masih belum optimal menggunakan metode pembelajaran yang sesuai dengan materi, masih terfokus pada metode konvensional dan belum optimal menggunakan sumber belajar lainnya, hal ini berkaitan dengan kemampuan guru dalam berimprovisasi dan berinovasi dalam metode pembelajaran, walaupun demikian beberapa orang guru telah mengikuti kegiatan-kegiatan yang mendongkrak kemampuannya dengan mengikuti kegiatan MGMP untuk beberapa mata pelajaran tertentu.
  4. Home base guru yang ada masih belum relevan dengan mata diklat yang diberikan, walau demikian ada yang  telah mengikuti kegiatan MGMP.
  5. Proses pembelajaran belum sepenuhnya mengacu pada standar proses pembelajaran, hal ini berkaitan dengan sarana dan prasarana yang ada dan sumber daya manusia (guru)
B. Masalah Dalam Pengawasan

Permasalahan yang berisi tentang sejumlah masalah atau kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pengawasan sekolah dalam melaksanakan penilaian, pembinaan, serta pemantauan.
Beberapa permasalahan yang mungkin masih timbul pada Jenjang SMA/SMK di beberapa  sekolah di wilayah Kabupaten Tanggamus diantaranya:
  1. Keterbatasan sekolah dalam mengenal akan kekuatannya sendiri (strengh), kelemahannya (weakneas), kesempatan (opportunity), dan ancaman (threatment), sehingga dalam menyusun strategi dan pelaksananaan demi kemajuan sekolah berjalan lamban.
  2. Masih belum sepenuhnya memahami filosofi dari KTSP itu sendiri, sehingga setelah dokumen KTSP tersusun pada tahapan Implementasinya dilapangan belum sesuai dengan konsep yang  telah disusun.
  3. Kondisi geografis sekolah yang jauh membuat kecepatan informasi dan komunikasi dengan lembaga terkait  agak terhambat sehingga beberapa kegiatan penting yang menunjang proses pembelajaran terganggu, disamping kondisi keuangan sekolah pada umumnya belum memadai.  
  4. Ketidaksesuaian antara jumlah guru dan siswa serta sarana belajarnya
  5. Kompetensi guru yang belum sesuai dengan homebasenya dan jenjang latar belakang pendidikan yang dimilikinya.
  6. Proses pembelajaran yang belum sepenuhnya mengacu pada Standar proses (Permendiknas No. 41 Tahun 2007)

IV. PENUTUP

A.     KESIMPULAN
  1. Kepala  Sekolah belum optimal mempersiapkan dan melaksanakan dengan baik program-program peningkatan mutu akademik maupun non akademik yang mendapatkan perhatian serius dari siswa, guru, komite dan semua warga sekolah.
  2. Sekolah belum seluruhnya memiliki dokumen kurikulum (Dokumen I KTSP) yang sesuai dengan kondisi sekolah yang pada tahapan implementasinya belum seperti yang diharapkan.
  3. Home base guru yang dimiliki belum sesuai dengan materi diklat yang diberikan.
  4. Guru belum optimal menggunakan metode pembelajaran yang sesuai dengan materi, masih terfokus pada metode konvensional dan belum optimal menggunakan sumber belajar lainnya, hal ini berkaitan dengan kemampuan guru dalam berimprovisasi dan berinovasi dalam metode pembelajaran.
  5. Proses pembelajaran belum sepenuhnya mengacu pada standar proses pembelajaran, hal ini berkaitan dengan sarana dan prasarana yang ada dan sumber daya manusia (guru).
B.      SARAN
  1. Agar kemampuan kepala sekolah dapat ditingkatkan lebih baik secara mandiri dengan dengan tetap selalu berkoordinasi dengan pengawas dan instansi terkait lainnya.
  2. Dokumen I KTSP segera dikaji ulang sehingga pada Tahun Pelajaran berikutnya dapat dijadikan panduan sesuai dengan kondisi nyata sekolah.
  3. Penyesuaian antara Home base guru dengan materi diklat yang diberikan.
  4. Guru dan tendik lainnya selalu meningkatkan kemampuan dan kompetensinya secara mandiri, baik secara formal dan nonformal
  5. Secara bertahap Proses pembelajaran sepenuhnya dapat mengacu pada standar proses pembelajaran/pendidikan pada masa yang akan datang 
Pengawas Pembina,

Drs. Gembong Sumadiyono,M.Pd.

SEBARAN SKOR PENILAIAN

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar